Membosankan, sebuah kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang kurasa saat ini. Bersama dinginnya angin malam yang kini ku rasa melambungkan semua pikiranku akan masa lalu yang pernah ku lalui, semua menimbulkan bayangan-bayangan indah tentang kehidupanku bersama kenangan-kenangan indah, di tengah kebosanan ku ini ku rasa ada hikmahnya aku bisa menikmati setiap detik demi detik yang pernah mengantarkanku dalam mimpi-mimpi indah hingga segala hal yang pernah ku lalui dan ku rasakan. Kenangan-kenangan itu begitu indah melambungkan setiap anganku yang siap melaju kencang bersama desiran aliran darahku. Hingga aku merasa ada di masa laluku kembali. Begitu mengagumkan hal-hal yng pernah ku lalui tanpa aku pernah menyadari sebelumnya…..
Kebosananku menghilang, tapi mungkin hanya sejenak, setelah ku lepaskan telingaku dari nada-nada indah yang mengalun halus di otakku. Mungkin aku tak bisa lagi merasakan detik-detik indah bersama para sahabatku, teman sepermainanku, tawa-tawa indah dan tangis-tangis sendu persahabatan. Ingatkah kalian atas apa yang pernah kita lakukan bersama dahulu, mengarungi hari demi hari, membelah lautan mimpi mendekap penuh erat harapan yang kita janjikan, tapi mengapa semua berubah, kini tak pernah lagi ku dengar tawa kalian di sampingku, tak lagi ku dengar tangis haru ketika kita saling melepas rindu, tak bisa lagi ku rasa genggaman erat tangan kalian yang membimbingku dalam kegelapan, aku tertekuk sayu.. tidur yang nyenyak sahabatku.
Kini ku hanya bisa berkhayal untuk menggulung kembali rentang waktu yang telah berjalan, untuk bisa kembali menikmati senyum indah mu teman, untuk bisa bercengkrama melepaskan lelah atas apa yang telah di lalui semalam, untuk sekedar mendengarkan ocehan guru yang mengalun merdu mendayu-dayu di telinga kita, untuk sekedar bersuap-suapan di kantin sederhana, ku hanya bisa berharap semua tak pernah berubah tak pernah terberai menjadi kisah-kisah yang pilu. Ku hanya ingin mengingat wajah kalian satu persatu dan membenamkan yang dalam di dalam sanubari dan memori otak ku, hingga tercipta sebuah movie indah yang yang terukir abadi dalam setiap hati yang malihatnya, hingga setiap mata takkan lagi mampu berkedip, hingga setiap telinga tak mampu lagi untuk tak mendengarkan, hingga setiap jiwa tak lagi mampu berpaling, karena disana tertulis, terukir sebuah arti abadi, arti persahabatan kita. Tersenyumlah untuk kita semua atas semua kehidupan yang pernah kita lalui bersama, untuk setiap tawa yang pernah menggema untuk setiap titik air mata yang pernah kita perjuangkan bersama, untuk hati yang terus menunggu masa itu terulang kembali, untuk persahabatan kita.
ufghh.... ternyata... ada sisi melo jg toh....
BalasHapussejak kpan suka nulis.... ckckck
iy donk, rocker kan jga manusia
BalasHapus